Dibalik Wajah Kerasnya, Sosok Ini Memiliki Jiwa Sosial Yang Tinggi, Dan Peduli Terhadap Sesama

CIANJUR, beritasepekan.online | Mungkin bagi sebagian orang tak aneh dengan sosok yang memiliki badan tegap dan sopan ini, sepintas tak akan terbayangkan jika raut wajahnya yang keras ini memiliki jiwa sosial yang tinggi dan tak pernah melihat status sosial.

Aceng Sugianda, saat membantu salah satu warga yang terkena musibah( Pasiranta, Babakansari )

Bersilaturahmi merupakan tujuan hidupnya, tak pernah terbersit sedikitpun ingin mendapatkan pujian dari banyak orang, dirinya tetap berpegang teguh terhadap selogan bahwa silaturahmi bagian dari mempererat persaudaran.

Dia adalah Aceng Sugianda ( 42 ) yang tinggal dikampung Pasiranta, Desa Babakansari, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawabarat, yang saat bekerja di Pemerintahan Desa Babakansari sebagai Kepala Dusun ( 2 ) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kadus.

Saat media beritasepekan bersilaturahmi dengan beliau di rumahnya, Aceng ( sebutan akrabnya ) mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarga tak muluk – muluk dalam mengarungi kehidupan ini, hanya ingin mendapatkan ketenangan dan tetap baik dengan sesama manusia dengan cara bersilaturahmi dan bisa berbagi.

“Saya tidak muluk – muluk, hidup itu hanya sementara, apa yang bisa kita banggakan, karena ketia meninggal hanya amal dan perbuatan selama hidup yang akan dibawa, bukan harta benda yang sekarang ada”, ujarnya, kepada beritasepekan, Selasa Sore ( 11/5/2021 ) dirumahnya.

Adapun penilaian orang silahkan lanjutnya, saya mencoba memperbaiki diri baik dengan sikap maupun perbuatan, saya tidak bisa memberi apa – apa terhadap orang lain, untuk itu ketika saya punya sedikit rezeki ingin rasanya berbagi terhadap sesama, walaupun itu tidak maksimal.

“Karena dari harta kita, sebagiannya adalah milik orang lain, jadi wajar kalau kita memberikan terhadap sesama, jangan pelit pada prinsipnya, apa yang bisa kita lakukan, ya lakukan lah dengan baik, jangan di tunda – tunda sampai nanti ketika ada rezeki,” ungkapnya.

Sedikit disinggung terkait sosial yang dilakukannya, dia mengatakan bahwa itu sudah menjadi kewajiban ketika mampu, dan tidak berharap imbalan dari pihak manapun.

“Biarkan Alloh SWT menilainya, biarkan orang berbicara apa, hidup jangan dibikin sulit, sebenarnya bukan hidup yang sulit, tapi kitanya yang membuat hidup sulit”, pungkasnya.***( De ).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *