Tuai Kecaman Tulisan Yang Ada Dalam Spanduk, Kades Sukaluyu Enggan Minta Maaf

CIANJUR, beritasepekan.online | Kades Sukaluyu H.Uher menolak minta maaf terkait isi tulisan dalam spanduk yang menuai kecaman sejumlah kalangan, bahkan kepada instansi yang dicantumkan logonya sekalipun tak merasa lakukan kesalahan, nenurutnya isi tulisan itu merupakan kampanye kebersihan lingkungan.

Sepanduk yang terpasang dipinggir jalan Sukaluyu, ( Selasa, 27/4/2021 )

Dalam spanduk yang berisi tulisan, Ya Allah mohon cabutlah nyawa mereka yang membuang sampah di sepanjang got ini, Aamin, Celakalah mereka para penjahat lingkungan, pelanggar wajib bayar denda. Desa Sukaluyu Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur. Di bawahnya tertera logo sejumlah institusi pemerintah maupun penegak hukum. Tidak jelas kenapa harus menulis dengan kata-kata semacam itu hingga menuai kecaman banyak kalangan.

“Jika ingin menulis di spanduk seharusnya mencerminkan sikap pemerintahan dengan bahasa yang sejuk. Inikan semacam doa yang mengancam umatnya, apakah pantas dipasang terbuka, ” ujar salah seorang warga, Didin (45) menjelaskan. Selasa Siang (27/4/2021)

Lanjut, dia mempertanyakan tujuan di pasangnya spanduk itu bahkan dengan dicantumkan sejumlah institusi resmi. Bukan tidak mungkin, sambung dia, jika dibiarkan akan diikuti oleh institusi lainnya.

“Jika ingin menertibkan orang yang membuang sampah sembarangan harusnya tingkatkan pengawasan. Jangan malah menebar ucapan yang tidak sepantasnya sehingga bisa diikuti yang lain. Warga mendukung upaya membersihkan lingkungan tapi dengan cara yang elegan, ” tegasnya.

Dihubungi melalui sambungan telepon, Kades Sukaluyu H. Uher tidak menampik jika spanduk itu dibuat oleh bawahannya. Namun isi tulisan tersebut ditujukan kepada perusak lingkungan yang seenaknya buang sampah.

“Saya kan tidak bermaksud menyinggung yang lain karena itukan ditujukan untuk yang buang sampah sembarangan di wilayah ini. Bahkan di desa lain juga ada tulisannya lebih parah dari ini, kenapa saya yang mesti mendapat sorotan, ” ucapnya tanpa memerinci.

Disinggung tentang permohonan maaf atas tulisan tersebut dan pencantuman logo. Uher memilih bersikap menyalahkan pelanggar lingkungan sehingga dirinya menolak minta maaf.

“Saya ini pemilik tanah sehingga saya salahkan mereka yang membandel buang sampah disini jadi tidak perlu minta maaf. Terkait logo instansi lain itu mereka juga sepakat untuk urusan kampanye kebersihan lingkungan tapi isi tulisan itu bukan berarti mereka setuju, itu dari saya selaku pemilik tanah, ” dalihnya. (De)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *