Data Pekerja Migran Kerap Dimanipulasi, Siapa Yang Harus Tanggung Jawab?

CIANJUR, BS – Dokumen Pekerja Migran Indonesia asal Kabupaten Cianjur diduga kerap menjadi manipulasi pihak oknum perekrut. Hal itu dituturkan Ketua DPC Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Pembaharuan Cianjur Ali Hildan, Sabtu, 06/02/2021, saat menggelar bedah kasus PMI.

Pemerhati dan pegiat yang konsen di bidang ketenagakerjaan buruh migran tersebut sangat geram dengan perlakuan para oknum perekrut dan perusahaan yang memalsukan data para Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pasalnya, sangat merugikan pihak PMI dan keluarga atau ahli warisnya.

” Ya, sangat merugikan untuk PMI, ” ujar Ali yang akrab disapa Najib.

Ia mengatakan,  kasus PMI yang sedang ditanganinya banyak data yang tidak sama pada nama, binti, bahkan alamat asal PMI. Salah satunya, ungkap dia, kasus PMI atas nama Eus asal Kecamatan Cidaun yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Arab Saudi pada 2019 lalu hingga mengakibatkan meninggal dunia.

“Nama dipaspor dan di kartu keluarga tidak sama,” ungkapnya.

Sedangkan, beber Ali, itu sangat menyulitkan pihaknya selaku kuasa dari ahli waris untuk penuntuntan hak PMI tersebut, lantaran ada perbedaan nama.

” Dengan kasus Eus datanya bukan dimanipulasi lagi. Tapi diganti bintinya,” ucapnya.

Kasus Eus tersebut sekarang sedang dalam proses penanganan KJRI Jeddah dan UPT BP2MI Jabar untuk proses penuntutan diyat. Namun, ujar dia, perbedaan nama itu yang menjadi kendala.

” Pastinya kami selaku kuasa akan investigasi sampai akar rumput. Kenapa almarhumah ini bisa ganti nama ayah kandung,” ujarnya.

Perbedaan nama dalam kasus PMI itu seringkali menimbulkan mis komunikasi dengan pihak pemerintah selaku instansi terkait. Padahal, itu sudah menjadi kewajibannya untuk mengurus hak-hak dari pada PMI.

” Ya, kami selaku kuasa dari NGO akan mengawal kasus tersebut sampai tuntas,” tegasnya.

Disingung masalah manipulasi data, Ali menuturkan, Astakira Cianjur akan terus mendalami sampai ketahuan titik akarnya siapa yang memanipulasi. Apakah pihak sponsor atau perusahaan yang memberangkatkan?.

” Karena hasil zoom meeting dengan instasni terkait yang menangani kasus di Arab Saudi, menyimpulkan ada ketidak samaan nama pada paspor dengan penetapan ahli waris,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *