Erob Bertahan Jadi Tengkulak Pisang Selama 35 Tahun

CIANJUR, BS – Erob, yang saat ini tinggal di Kampung Barukaso RT 03 RW 03, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawabarat memiliki pengalaman menjadi tengkulak pisang selama 35 tahun, dan kegiatan tersebut sudah dilaksanakan sejak keluar sekolah, disampaikan kepada wartawan beritasepekan.online saat berkunjung kerumahnya, Sabtu Pagi(16/1/2021) pukul 9.12 wib.

Menurutnya, harga pisang setiap tahun ada perubahan, baik dari petani maupun harga jual di pasar. Maka untuk tetap bertahan, para tengkulak mengimbangi harga pasar dengan cara membeli dari petani yang disesuaikan. Jika harga pasar Rp. 1.500,-/kg, maka tengkulak akan membeli dibawah harga pasar tersebut.

“Sekarang harga pisang Ambon dari petaninya Rp. 3.000,-/kg sampai Rp. 3.500,-/kg, itu juga berbeda dengan pisang Ambon lumut yang saya beli dari petani sekitar Rp. 2.500,-/kg sampai Rp. 3.000,-/kg,” ungkapnya kepada wartawan, saat ditemui digudang penyimpanan pisang miliknya, pada Sabtu pagi,(16/1/2021) pukul 10.12 wib.

Erob menambahkan, harga jual dipasar dari Rp. 3.000,-/kg sampai Rp.3.500,-/kg di jual dengan harga hanya Rp. 4.000,-/kg jika sedang kondisi baik bisa mencapai Rp. 5.000,-/kg sampai Rp. 5.500,-/kg, tapi kalau harga jual Ambon lumut lebih murah lagi, dari Rp. 2.500,-/kg sampai Rp. 3.000,-/kg harga jual tengkulak dipasar sekitar Rp. 4.000,-/kg.

“Sebetulnya tidak besar saya mengambil lebihnya, tapi karena ini sudah menjadi pekerjaan saya yang sudah digeluti sejak dulu, mau untung atau rugi sudah biasa,” ujarnya.

Dikatakannya, penjualan pisang sekarang sangat menurun, setelah adanya Covid-19, dampak dari menurunnya penjualan maka banyak pisang yang terbengkalai dirumahnya, karena ketika dijual kepasar tidak laku.

“Bagi tengkulak kecil seperti saya ini akbita adanya Covid-19 sangat terasa, pembeli semakin sedikit, karena itu saya juga kepetani dikuarngi, soalnya dari pada numpuk dirumah, dan tidak terjual,”katanya.

Lebih lanjut Erob mengatakan, jika kondisi seperti ini para tengkulak pisang di daerah akan mengalami kebangkrutan, termasuk dirinya, kalau pemerintah tidak turun kepetani dan cek langsung kondisi yang sebenarnya.

“Saya berharap kepemerintah agar ekonomi segera stabil, dan semoga penyakit wabah Covid-19 ini segera berakhir,”harapnya.(Rustandi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *