Petani Holtikultura Bawang Daun Mengalami Karugian, Akibat Harga Jual Tidak Stabil

CIANJUR, BS – Petani holtikultura mengeluhkan harga jual bawang daun yang terus merosot sejak beberapa minggu terakhir. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh menurunnya jumlah pembeli di semua tingkatan.

Menurut sejumlah petani di Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawabarat harga bawang daun di tingkat petani kini hanya mencapai Rp 2.000,- /kg. Anjloknya harga hingga sebesar itu baru terjadi belakangan ini, karena sebelumnya harga paling rendah di tingkat petani sekitar Rp 4.000,-/kg, sehingga petani masih bisa menikmati keuntungan dari hasil taninya.

“Sekarang banyak bawang yang usianya sudah menjelang tua lebih dari 2,5 bulan belum dipanen, karena harga murah,” ungkap Didin( 26), warga Kampung Pasiripis, RT 01 RW 01, Desa Sukamulya, Jum’at pagi (15/1/2021) pukul 9.20 wib.

Menurut Didin, sejak empat tahun menjadi petani bawang baru kali ini harga bawang daun anjlok sangat derastis.

“Baru sekarang turun sangat tajam harga nya,” ungkap Didin.

Merosotnya harga jual bawang daun diamini sejumlah tengkulak holtikultura, yang membenarkan bahwa harga komoditi sayuran sekarang mengalami penurunan harga. Diungkapkan salah satu tengkulak, Dewi (41) yang tinggal Kampung Pasiripis, Desa Sukamulya, Cugenang, Cianjur, Jawabarat.

“Memang benar untuk sekarang ini harga bawang sangat murah,” ujar dia.

Dewi mengatakan harga yang dibeli dari petani untuk sekarang sekitar Rp. 2.000,-/kg disesuaikan dengan harga jual dipasar yang juga mengalami penurunan.

“Saya bukan tidak kasihan terhadap petani, namun karena dipasar juga harga jual turun, ya tentunya beli dari petani juga turun,”ungkapnya.

Lanjut Dewi mengungkapkan bahwa dirinya menjadi tengkulak sejak 6 tahun silam, dan tidak hanya membeli jenis sayuran atau komoditi bawang daun, namun membeli berbagai jenis sayuran seperti kol, wortel, tomat, sawi, burkoli dan jenis sayur mayur lainnya.

“Semua hasil panen dari warga sekitar saya beli, tapi kalau masalah harga mengikuti pangsa pasar,”pungkasnya.(Rustandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *