Pondok Pesantren Nurul Falah Babakansari, Gunakan Biaya Operasional Sesuai Aturan

CIANJUR, BS – Ustadz Syarif Husen, S.Pd.I.,MM saat ini sebagai pengelola dan pengasuh pondok pesantren Nurul Falah, yang berada di kampung kebon gede RT 02 RW 02, Desa Babakansari Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawabarat.

Ustadz Husen ( Nama akrabnya ) memberikan apresiasi kepada pemerintah baik pusat maupun pemerintah daerah, pasalnya pondok pesantren sekarang telah terbantu dengan adanya bantuan operasional untuk pondok pesantren tersebut, sebagaimana yang telah diatur pada Lampiran 1, Keputusan Pejabat Pembuat Komitmen Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok pesantren, Direktorat Jendral Pendidikan Islam No. 0667 Tahun 2020 tentang penetapan penerima bantuan operasional pendidikan pesantren ( BA BUN ) tahun anggaran 2020- tahap 3 dan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren disahkan Presiden Joko Widodo pada tanggal 15 Oktober 2019 di Jakarta.

UU No. 18 tahun 2019 tentang Pesantren mulai berlaku setelah diundangkan oleh Plt. Menkumham Tjahjo Kumolo pada tanggal 16 Oktober 2019 di Jakarta, Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren tersebut diundangkan dan ditempatkan pada Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 191. Penjelasan Atas UU 18 tahun 2019 tentang Pesantren diundangkan dan ditempatkan pada Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6046.

Ustadz Husen mengatakan, bahwa bantuan yang diterimanya tersebut dipergunakan sesuai dengan aturan dan peruntukannya.

“saya menerima bantuan senilai Rp. 40.000.000,- , bantuan tersebut dipergunakan untuk pembelanjaan sebagai mana aturan pemerintah, dimasa Pandemi Covid-19,” terangnya kepada media. Jum’at pagi (8/1/2021) wib.

Lanjut Ustadz Husen menyampaikan bahwa dari anggaran tersebut sudah alokasikan untuk operasional kegiatan pesantren di antaranya untuk para pengajar pondok.

“yang alhamdulillah di pondok pesantren ini ada yang khusus ditugaskan sebanyak enam orang, dari cipanas 1( satu ) orang pengajar, dari sukaluyu 2 (dua) orang pengajar, kemudian dari Karangtengah 1 (satu) orang, dan satu lagi dari cibitung,”ungkapnya.

Lanjut Ia menerangkan bahwa di pesantren yang sedang dikelolanya tersebut memiliki 117 siswa atau santri, dengan kategori kelas ibtida, tsanawi dan ula, yang di bimbing oleh pengajar sebanyak enam orang.

“dari sejumlah santri tersebut, bagi yang jauh pasti mondok, namun untuk santri yang dekat biasanya pulang kerumahnya, dan santri yang ada di kami tidak hanya dari warga sekitar tetapi juga dari luar daerah diantaranya dari Sukabumi dan warung kondang,” pungkasnya.(De)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *