Dengan Dana Milyaran Rupiah, Penanaman Bibit Mangrove Tak Sesuai Yang Diharapkan

INDRAMAYU, BS – Persoalan pelik terkait penanaman bibit mangrove dipesisir pantai Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, anggaran milyaran rupiah untuk bibit mangrove guna mencegah agar tidak terjadinya abrasi laut, Jum’at 25/12/2020.

Namun dalam pengelolahan penanaman bibit mangrove tidak sesuai yang diharapkan, seharusnya penanaman bibit mangrove ditepian pantai. Akan tetapi kelompok tani hutan MINA LESTARI diwilayah Cantigi, justru bibit mangrove ditanam diempang-empang milik warga, itu sudah jelas menyalahi aturan. Padahal luas tanah yang mau ditanam seluas 240 hektar.

Hal itu dibenarkan salah satu narasumber (KN) “Bener pak, saya jelaskan semuanya, oknum kelompok tani hutan wilayah cantigi satu kelompok dipimpin oleh M ( inisial ) itu disubkan oleh mertuanya yakni K( inisial ), dengan nama kelompok Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Mangrove Mina Lestari dan kelompok 2 (dua) itu dari desa cangkring diketuai M, itu disubkan lagi dengan T, dari mandor kehutanan desa cangkring, untuk desa cemara dan cantigi itu dalam satu kelompok itu dalam dugaan, ada kemungkinan tanah 120 H itu, dibagi dua berarti kan 60 H- 60 H dengan jumlah totalnya kemungkinan mencapai 240 H, Semua wilayah kecamatan cantigi itu ada dua kelompok yang disubkan lagi, kalau nama (A) ini, bendaharanya ( M ) artinya cemara satu kelompok cangkring satu kelompok, semuanya dua kelompok yaitu tanah yang dikelola totalnya 240 H,”Bebernya.

” Ia melanjutkan, masalah tentang ATM Pekerja mangrove saya jelaskan lagi ada sedikit masalah di ketua kelompoknya. Sebenarnya ada dua kelompok cuman dibagi 4 kelompok, permasalahan pekerja dalam mengenai tenaga kerja ada dugaan satu kelompok itu sudah menyerap 25 orang yang tidak jelas di kecamatan cantigi seharusnya ada 130 pekerja lepas, itu jumlahnya ada 4 satu kelompok atas nama karsudi cengker desa cangkring kalau kelompok itu atas nama majid dan satu lagi tarsiman itu mandor kehutanan yang mendapat Shub,”Paparnya.

KN juga menyampakan, “Yang saya sayangkan satu kelompok itu sudah jelas setelah saya kroscek dilapangan, ada 25 orang yang udah masuk rekening tapi tidak bekerja, tapi pas pengambilan uang langsung yang dicatat langsung dipanggil untuk mengambil uang per 1 (satu) orang mendapat 2 juta tapi pekerja cuma dikasih Rp150.000,. Kalau dihitung dalam sistem Kontrak 3 bulan 90 hari pekerja yang 25 orang Berarti 20 jt-an, perkelompok, itu udah jelas Datanya juga udah ada di saya,” ujarnya.

Lanjut ia juga mengatakan “Nah kemarin saya juga dapat masukan lagi terkait petani tambak yang tanggul tambaknya rusak menurut informasi dari kelompok ( M ) itu sudah diganti kerusakannya sebesar 3 juta, tapi faktanya nol tidak ada ganti rugi, Saya siap bila mana ada ketua kelompok atau pihak ketiga yang menolak terkait ucapan saya, saya siap dipanggil kapan saja,” tegas KN

Sementara (K) ketua kelompok mitra lestari Saat dimintai keterangan melalui via WhatsApp dengan gelagat yang menantang, Ia mencoba menakut-nakuti wartawan dengan mengirim poto kepala kejaksaan Negeri Indramayu.

“Silahkan laporkan saya tidak takut Kalau ada kejanggalan lihat saja di lapangan,yang jelas saya sudah ada bukti atas dugaan anda” jelasnya singkat.

Reporter: Ya yah/ J’s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *