Kordik Haurwangi Terus Pantau Pembelajaran, Suparman: Yang Terpenting Ikuti dan Patuhi Prokes Pada Saat Belajar

CIANJUR, BS – Kegiatan pembelajaran diwilayah Koordinator Pendidikan ( Kordik ) Kecamatan Haurwangi berjalan sesuai program, hal tersebut disampaikan oleh Kordik Kecamatan Haurwangi, Suparman, S.Pd.,MM, diruang kerjanya, Kamis, 24/12/2020 pagi, Jalan Raya Cipeuyeum KM. 19, Kertasari, Kec. Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43282.

Kegiatan belajar mengajar (KBM ) dilaksanakan secara daring maupun secara luring, hal tersebut dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan sebagai upaya menghindari adanya penyebaran wabah Covid-19 di wilayah Kordinator Pendidikan di Kecamatan Haurwangi.

Menurut Suparman, pembelajaran secara daring maupun luring atau gabungan daring luring dilakukan agar guru tidak hanya menerima tugas siswa disekolah saja, namun diharapkan dapat berkunjung untuk memberikan pembelajaran kepada siswa dirumahnya secara langsung.

“bahkan kami juga mengarahkan terhadap guru yang ada diwilayah binaan kami untuk mengunjungi rumah siswanya dan memberikan materi pembelajaran secara langsung, yang disaksikan oleh orangtuanya,”kata Suparman.

Untuk ekstrakurikuler sementara pandemi ini ditiadakan, bahkan untuk pembelajaran olah raga juga tidak ada praktik termasuk kegiatan pramuka, semacam berkemah dan lain sebagainya, khususnya di Kecamatan Hauwangi,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sebagai perpanjangan informasi dari Kordik kecamatan dibantu oleh tiga pengawas, dengan pengawasan masing masing tujuh SD, dan delapan SD.

” Jadi, seorang pengawas ada yang menangani dan mengawasi tujuh SD dan delapan SD,” ungkapnya.

Disinggung terkait ada atau tidaknya permasalahan selama belajar daring maupun luring yang dikeluhkan siswa maupun orangtuanya, Suparman mengatakan, banyak sekali keluhan atau rintangan terutama terkait dengan pembelajaran daring.

“Anak tidak mempunyai handphone android, walaupun punya handphone android kuotanya tidak ada, bahkan SD yang berada di pinggiran-pinggiran Kecamatan Haurwangi terkendala dengan Sinyalnya,” keluhnya.

Lanjut Suparman memaparkan, yang keduanya memang Banyak dari pihak siswa, terutama orang tua yang juga mengeluhkan terkait belajar daring, karena harusnya secara otomatis orang tua ikut membimbing pada saat anaknya belajar dirumah.

“namun orang tua siswa kebanyakan kan di sini petani, jadi dari pagi sampai sore terkadang di kebun atau di sawah, sehingga pada saat guru melaksanakan belajar dirumah siswa dan mengalami kesulitan dalam pembelajarannya, tentu tidak bisa koordinasi dengan orangtuanya, karena pada saat pembelajaran berlangsung orang tua tidak ada dirumah,”ungkapnya.( Dede )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *